
Ia anak seorang pejuang, Mayjen TNI Mohamad Mangoendiprodjo, pimpinan TKR di Jawa Timur dan tokoh peristiwa 10 November 1945. zaman Jepang Daidancho Sidoarjo, Kepala Komandemen Jawa Timur, Kepala Staf Kementerian Pertahanan dan menjadi Penasehat Panglima Besar Sudirman. Sejak umur 16 tahun, Ia sudah bergabung dalam pasukan Sawunggaling untuk bertempur bersama ayahnya di Palagan Surabaya. Ia mulai menembakkan senjata untuk pertama kalinya, saat melawan tentara Inggris pada 28 Oktober 1945 di Wonokromo, Surabaya. Himawan kemudian menjadi kadet militer akademi di Yogjakarta dan turut bergabung dengan pasukan Siliwangi saat ber-long march kembali ke Jawa Barat.
Pada Tahun 1946-1948, 1954, 1956, 1966, Berkarier di TNI mulai dari bawah dengan pangkat Letnan Muda (sekarang Letnan Dua) mengikuti pelatihan dan pendidikan di dalam negeri. Juli – oktober 1946, HS sebagai Taruna Militer Akademi (MA) Jogya dan lulus pada tahun 1948, mengikuti penugasan operasi menghadapi Belanda di front Subang atau Bandung Utara.
1966 — 1968

1968 — 1971

Putra ke-5 dari 10 bersaudara dari pasangan Amin Husin Abdul Mun’im Tanjung, seorang tokoh Muhammadiyah di Tapanuli Utara dan Siti Rawani Hutagalung. Nama tengah "Edno" pada namanya disesuaikan dengan urutan kelahirannya (E adalah huruf ke-5 alfabet). Nama keluarga "Tanjung" bukan nama yang dibawa dari lahir. Tapi baru diadopsi ketika saudara tertua Feisal, Fahmi Ahda Tanjung, mulai memasuki bangku perkuliahan.
Menghabiskan masa kecil di daerah pesisir pantai menimbulkan minat yang besar pada diri Feisal untuk menjadi seorang perwira Angkatan Laut. Dua kali Feisal mencoba mendaftar seleksi Akademi Angkatan Laut, dan dua kali ia tidak berhasil. Pertama, setelah lulus SMP, ia mencoba mendaftar menjadi aspiran kadet Akademi Angkatan Laut tetapi gagal karena tidak cukup umur. Kemudian setelah lulus SMA, Feisal mencoba kembali mendaftar untuk mengikuti seleksi kadet Akademi Angkatan Laut. Selain mendaftar ke AAL kali ini Feisal juga mendaftar untuk seleksi taruna Akademi Militer Nasional. Surat panggilan dari AMN datang terlebih dahulu, sehingga Feisal terpaksa membatalkan niatnya untuk menjadi perwira Angkatan Laut.
Farouk Freddy Tanjung, adik kandung Feisal, kemudian mengikuti cita-cita awal abangnya untuk mendaftar ke Akademi Angkatan Laut. Farouk berhasil mencapai pangkat Brigjen Marinir, dengan jabatan terakhir Kastaf Korps Marinir TNI AL, sebelum kemudian ia meninggal dunia karena sakit.
1977 — 1979

Wirdhana lahir pada tanggal 10 Juni 1942 di Denpasar, Bali, sebagai anak keempat dari pasangan I Gede Puja dan Ni Made Supleg. Setelah menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas, Wirdhana masuk ke Akademi ABRI Bagian Darat dan lulus pada tahun 1966 dengan pangkat letnan dua.
1987 — 1989

Ia lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari silsilah ayahnya dapat dilacak hingga Pakubuwana serta memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana II. Ketika masih berusia remaja, ia pernah tercatat sebagai salah satu anggota GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia), salah satu organisasi underbow PNI yang setara dengan PII (Pelajar Islam Indonesia) Masyumi.
Seperti ayahnya, ia pun berkecimpung di dunia kemiliteran. Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor (Jawa Barat), SBY juga tinggal di Istana Merdeka, Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati yang merupakan putri ketiga Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo turut membantu menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1978) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1980).
1993 — 1994

1994 — 1995

1998 — 2001

2001 — 2003

2003 — 2005

2005 — 2006

2006 — 2008

2008 — 2010

2010 — 2011

2011 — 2012

2012 — 2014

2014 — 2015

2015 — 2016

2016 — 2017

2017 — 2019

2019 — 2020
